Beranda Internasional Presiden Kuba Kecam Upaya AS untuk "Ambil Alih" Negara Pulau Itu

Presiden Kuba Kecam Upaya AS untuk "Ambil Alih" Negara Pulau Itu

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel berbicara dalam upacara peringatan 73 tahun Hari Pemberontakan Nasional di Pinar del Rio, Kuba, pada 26 Juli 2026. (Carapandang/Xinhua/Joaquin Hernandez)

0
Xinhua

   Diaz-Canel mengatakan Kuba sedang berjuang "dengan sengit dan keras kepala" untuk kedaulatan dan haknya demi bisa bebas memilih bentuk pemerintahannya.

   Kuba "bukanlah ancaman" tetapi "bangsa yang mulia yang menyelamatkan nyawa di saat negara lain menghancurkan, yang mengirimkan dokter dan guru ke tempat negara lain mengirimkan bom," katanya.

   Diaz-Canel mengatakan prioritas strategis negara itu adalah menerapkan "perubahan mendalam dan penting" yang terkandung dalam program pemerintah yang terdiri dari 176 langkah yang baru saja disetujui.

   Dia mengatakan Kuba sedang mendorong model manajemen yang berbeda, menggiatkan pekerja dan petani, serta membuka ruang untuk investasi yang bertanggung jawab.

   Sang presiden mengatakan bahwa negaranya menanggapi blokade dengan bertindak bijaksana dan bekerja efisien, serta mengatasi isolasi dan perpecahan dengan persatuan.

   Hari Pemberontakan Nasional memperingati peristiwa pada 26 Juli 1953 ketika mendiang pemimpin revolusioner Fidel Castro dan sekitar 100 pengikutnya mencoba merebut Barak Moncada, benteng militer kedua dari kediktatoran Fulgencio Batista yang terletak di Kota Santiago de Cuba, dan Barak Carlos Manuel de Cespedes di kota tetangganya, yakni Kota Bayamo.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait