Beranda Berita Presiden Janji Cari Dana Lewat Efisiensi dan Berantas Korupsi Untuk Tingkatkan Investasi Riset Indonesia

Presiden Janji Cari Dana Lewat Efisiensi dan Berantas Korupsi Untuk Tingkatkan Investasi Riset Indonesia

Prabowo menyebut sumber dana akan diperoleh dari penghematan, menghentikan praktik koruptif, serta penipuan seperti under-invoicing dan mismanagement.

0
Tangkapan layar - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto bersama BRIN (YouTube Sekretariat Presiden)

CARAPANDANG - Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa investasi Indonesia di bidang penelitian dan pengembangan (riset) masih sangat minim dan jauh dari kebutuhan.

Pemerintah berkomitmen mencari sumber pendanaan tambahan untuk sektor ini melalui efisiensi anggaran, penghentian kebocoran, dan pemberantasan praktik korupsi.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan kepada 150 peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, peningkatan investasi riset merupakan fondasi penting bagi pembangunan jangka panjang, sejalan dengan upaya memperbaiki kualitas pendidikan nasional.

"Kita koreksi diri kita sebagai bangsa, investasi kita di bidang research and development sangat sedikit, jauh dari yang seharusnya. Ini koreksi kita," ujar Prabowo.

Untuk membiayai agenda tersebut, pemerintah tidak akan menambah beban anggaran melalui kebocoran, melainkan mengandalkan penghematan dan perbaikan tata kelola keuangan negara.

Prabowo menyebut sumber dana akan diperoleh dari penghematan, menghentikan praktik koruptif, serta penipuan seperti under-invoicing dan mismanagement.

Langkah ini memperkuat komitmen pemerintah yang sebelumnya telah menambah anggaran riset nasional sebesar Rp4 triliun.

Selain itu, usulan pemanfaatan sebagian laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk pendanaan riset juga tengah dipertimbangkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait