Prabowo menyatakan Indonesia siap menarik diri dari Board of Peace (BoP) apabila kebijakan organisasi tersebut tidak sejalan dengan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
"Keikutsertaan Indonesia di dalam BoP didasarkan pada komitmen untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina. Namun, apabila keberadaan Indonesia di organisasi itu tidak memberikan dampak positif, pemerintah tidak akan ragu untuk mengevaluasi posisinya," ujar Prabowo dalam forum tersebut.
Menurut Presiden, keputusan Indonesia bergabung dengan BoP merupakan hasil kesepakatan bersama sejumlah negara dengan mayoritas penduduk muslim yang tergabung dalam kelompok Group of Eight, antara lain Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, serta Mesir.
Dengan adanya penegasan dari Presiden dan Kemenlu RI, pemerintah memastikan bahwa keterlibatan Indonesia di kawasan hanya akan bersifat kemanusiaan dan tidak akan mengambil bagian dalam operasi militer yang bertujuan melucuti kekuatan Hamas.