“Waktu kurang lebih sebulan ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik, koordinasi dan komunikasi diantara sesama sangat diharapkan guna suksesnya pelaksanaan yang digelar setahun sekali di tiap-tiap daerah ini”, harap Bupati Saipul.
Sebelumnya Ketua Panitia Fesbudjaton XVIII, Jufri Arbi menyampaikan, pada festival XVIII ini, Kabupaten Pohuwato jadi tuan rumah, dan ini sudah dibuktikan dengan diterimanya bendera pataka pada gelaran fusbudjaton XVII di Kota Kotamobagu.
“Kegiatan ini tidak lain untuk mempererat silaturahmi diantara sesama.Kemudian ada juga lomba seni budaya Jaton diantaranya rodat atau hadrah, dana-dana Jaton, dames atau vocal group, pidato bahasa Jaton dan salawat Jowo”, terangnya.
Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari dari 26-29 Juni itu akan dilaksanakan di pelataran Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato.
“Ia, kami koordinasi dengan pak bupati karena memang beliau sangat menyuport kegiatan ini dari awalnya, seperti pada tahun lalu bupati menyempatkan diri hadir dan menerima bendera pataka pertanda sebagai tuan rumah untuk kegiatan tahun 2024, sehingga kami datang untuk melaporkan beberapa hal terkait pesiapannya”, ungkap Jufri.
Selaku Ketua Panitia, Jufri Arbe mohon doa dan dukungan masyarakat Pohuwato, karena kegiatan ini juga bukan saja kegiatan Jaton, melainkan sudah merupakan kegiatan pemerintah daerah.