Sementara itu, penyebab jatuhnya pesawat masih belum diketahui. Otoritas militer AS telah memulai penyelidikan guna mengungkap faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan pada salah satu pesawat pengebom paling ikonik dalam armada Angkatan Udara Amerika Serikat tersebut.
Sebagai dampak dari insiden ini, militer AS juga mengumumkan penutupan sementara Pangkalan Udara Edwards. Seluruh penerbangan yang dijadwalkan mendarat di pangkalan tersebut dialihkan ke bandara alternatif hingga situasi dinyatakan aman.
"Semua izin kunjungan non-komersial ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut agar pangkalan dapat memusatkan perhatian pada operasi tanggap darurat," kata Pangkalan Udara Edwards.
B-52 Stratofortress merupakan salah satu pesawat pengebom strategis paling terkenal milik Amerika Serikat yang telah digunakan selama beberapa dekade. Pesawat ini dikenal memiliki kemampuan membawa berbagai jenis persenjataan dan sering digunakan dalam berbagai operasi militer maupun misi latihan.
Hingga saat ini, pihak militer AS belum merilis informasi lebih lanjut mengenai penyebab kecelakaan maupun identitas para awak yang berada di dalam pesawat tersebut.