Ketua Himpunan Wirawaswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Besuki, Ikbal Wilda Fardana, membenarkan bahwa panic buying mulai merambah ke beberapa kota. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membeli BBM secara berlebihan.
"Sampai hari ini terpantau masyarakat Kabupaten Bondowoso mulai mengalami panic buying. Saya sudah menyampaikan kepada Wakil Ketua Bidang SPBU di Bondowoso untuk menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak panik," kata Ikbal, Sabtu (7/3/2026).
Pernyataan Pertamina ini mendapat sorotan dari DPR. Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, meminta pemerintah dan Pertamina untuk lebih jujur dan transparan mengenai kondisi di lapangan. Ia menilai fenomena antrean panjang tidak bisa semata-mata diklaim sebagai akibat panic buying.
"Faktanya di lapangan berbeda. Kami menemukan di beberapa daerah banyak SPBU yang justru sudah kehabisan stok BBM, bahkan ada yang sampai menutup layanan sementara. Jika penyebab utamanya hanya kepanikan pembeli, seharusnya stok di tangki SPBU masih tersedia," tegas Mufti kepada media, Jumat (6/3/2026).
Menanggapi dinamika ini, Pertamina mengaku telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional.
Langkah tersebut meliputi diversifikasi sumber pasokan minyak mentah, penguatan ketahanan logistik, optimalisasi operasi kilang dalam negeri, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah.