“Kolaborasi ini menjadi momentum peningkatan kapabilitas teknis dan jaringan global. Sinergi akan memperkuat posisi sebagai pemain jasa pembangkitan kelas dunia,” ujarnya, dalam siaran pers tertulis, Senin, 2 Maret 2026.
Direktur Utama PLN NPS, Jakfar Sadiq menambahkan, kemitraan ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus bertumbuh di tingkat internasional. Ia menilai alih pengetahuan dan teknologi menjadi nilai tambah utama dalam kerja sama tersebut.
“Kemitraan ini membuka peluang ekspansi pasar global. Sinergi juga mendorong alih pengetahuan dan teknologi,” kata Jakfar.
Sementara itu, President & CEO KEPCO KPS, Kim Hongyoun menekankan, pentingnya kolaborasi jangka panjang dalam menghadapi tantangan energi global. Ia optimistis, kemitraan ini dapat memberikan kontribusi pada peningkatan ketersediaan listrik dan pengurangan emisi karbon.
“Kerja sama ini menjadi fondasi penciptaan nilai jangka panjang. Kami turut mendukung ketersediaan listrik dan pengurangan emisi karbon,” ungkap Kim.
PLN NPS saat ini mengelola 128 mesin di 58 lokasi pembangkit dengan total kapasitas 7.175 MW di Indonesia. Perusahaan juga memiliki pengalaman proyek internasional di Arab Saudi, Kuwait, Malaysia, Hong Kong, dan Bangladesh.