Teguh menjelaskan bahwa PRTH memiliki berbagai bidang penelitian yang berpotensi dikembangkan bersama mitra internasional, antara lain hidrodinamika, teknologi maritim, teknik pantai, dan pengelolaan wilayah pesisir. Ia juga menekankan bahwa berbagai skema pendanaan, baik dari LPDP maupun program penelitian internasional dan pascadoktoral, dapat dimanfaatkan untuk mendukung implementasi kerja sama tersebut.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat dimulai melalui kegiatan-kegiatan yang terukur, seperti penelitian bersama, pertukaran peneliti, dan publikasi ilmiah, sebelum berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Perekayasa PRTH BRIN, Erwandi, memaparkan berbagai program riset yang saat ini tengah dikembangkan, termasuk kajian hidrodinamika dan infrastruktur pesisir. Menurutnya, ruang kolaborasi dengan mitra internasional sangat terbuka, mulai dari konsultansi, desain, pengembangan teknologi, hingga penelitian terapan.
“Kolaborasi internasional sangat penting untuk memperkuat kualitas riset dan mempercepat pengembangan solusi teknologi yang dapat menjawab berbagai tantangan di sektor maritim dan pesisir,” jelas Erwandi.
Sementara itu, perwakilan Hiroshima University, Prof. Hidemi Mutusuda, memperkenalkan kapasitas riset yang dimiliki kampusnya. Ia menjelaskan bahwa Hiroshima University memiliki delapan laboratorium penelitian dengan keunggulan di bidang kelautan, kemaritiman, dan teknologi perkapalan.