Sementara itu, seluruh peringatan tsunami yang sempat dikeluarkan pascagempa utama telah resmi dicabut pada pukul 23.45 waktu setempat, Senin malam. Gelombang tsunami tertinggi yang tercatat mencapai 80 sentimeter di Pelabuhan Kuji, Prefektur Iwate, terjadi sekitar 40 menit setelah gempa. JMA sebelumnya sempat mengeluarkan peringatan dengan potensi gelombang mencapai tiga meter.
"Gelombang tsunami diperkirakan akan datang berulang kali. Jangan kembali ke daerah pesisir sampai seluruh peringatan benar-benar dicabut," demikian imbauan terakhir JMA sebelum peringatan resmi dihentikan.
Berdasarkan data Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana (FDMA) Jepang, enam orang dilaporkan mengalami cedera akibat gempa ini, dengan dua orang di antaranya luka serius. Tidak dilaporkan adanya kerusakan parah pada infrastruktur vital maupun fasilitas nuklir di wilayah terdampak.
Pemerintah Jepang telah membentuk satuan tugas darurat dan menginstruksikan warga untuk mengkonfirmasi lokasi tempat evakuasi serta memeriksa kembali perlengkapan darurat mereka.