Beranda Berita Pengamat: Jadikan Aspirasi Publik sebagai Bahan Evaluasi dan Perbaikan Kebijakan Pemerintah

Pengamat: Jadikan Aspirasi Publik sebagai Bahan Evaluasi dan Perbaikan Kebijakan Pemerintah

Dengan memahami keresahan yang berkembang, langkah-langkah yang diambil pemerintah dapat lebih tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat.

0
Istimewa

CARAPANDANG – Pengamat politik Hendri Satrio menilai berbagai ekspresi yang muncul di ruang publik, termasuk dalam aksi mahasiswa, dapat menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam membaca dinamika sosial dan ekonomi masyarakat.

Menurutnya aspirasi yang disampaikan melalui simbol budaya, lagu, maupun berbagai bentuk ekspresi lainnya sering kali mencerminkan pengalaman yang dirasakan sebagian masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

"Ada syair lagu yang dipopulerkan oleh seorang pemimpin agama ternama yang sayup-sayup mulai kembali terdengar, terakhir di demo mahasiswa belakangan ini. Menurut saya pemerintah perlu menangkap ini sebagai sinyal bahwa sebagian masyarakat merasa kondisi ekonomi semakin menekan mereka," katanya dilansir Republika.co.id, Selasa (23/6).

Lagu yang dimaksud adalah versi plesetan dari lagu anak-anak "Naik-naik ke Puncak Gunung" yang pernah dipopulerkan Habib Rizieq Shihab pada 2017. Lirik tersebut berisi gambaran mengenai kenaikan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari bahan bakar, listrik, hingga harga kebutuhan pokok.

Menurutnya, yang terpenting bukanlah bentuk lagunya, melainkan pesan yang terkandung di dalamnya.

Ia menilai ekspresi semacam itu dapat menjadi pengingat bagi para pembuat kebijakan untuk terus memperhatikan kondisi riil yang dihadapi masyarakat, terutama terkait daya beli dan biaya hidup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait