Beranda Internasional Peneliti UHAMKA: Indonesia Terjebak dalam Invisibility di Panggung Global

Peneliti UHAMKA: Indonesia Terjebak dalam Invisibility di Panggung Global

Ancaman bagi Indonesia tidak semata-mata datang dari sektor ekonomi, seperti kenaikan harga minyak atau tekanan terhadap APBN, melainkan juga dari hilangnya posisi strategis Indonesia dalam perhatian global.

0
Istimewa

Dia pun menyebut bahwa negara yang tidak aktif mengembangkan narasinya sendiri berpotensi kehilangan perhatian global, meskipun memiliki kekuatan ekonomi yang besar.

“Fenomena ini semakin terlihat saat dibandingkan dengan Iran. Walaupun berada di tengah konflik besar, Iran tetap tampil di berbagai forum global dan menjadi bagian dari percakapan dunia,” ungkapnya.

“Indonesia dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa dan ekonomi yang stabil belum menjadi aktor penting dalam narasi global,” tambahnya.

Emaridial menilai kondisi ini berdampak langsung pada ekonomi, bukan hanya citra. Gangguan pada reputasi, narasi, dan persepsi dapat menunda investasi asing, menaikkan biaya pinjaman, dan memicu keluarnya modal.

Di sisi lain, laporan tersebut turut menyoroti tekanan ekonomi yang dihadapi Indonesia melalui konsep Keynesian Triple Squeeze, yakni kondisi ketika tiga pilar utama ekonomi—ketenagakerjaan, suku bunga, dan likuiditas—mengalami tekanan secara simultan. Kondisi ini dinilai berbeda dari krisis sebelumnya karena tidak terdapat sektor yang berfungsi sebagai penyangga.

Selain tekanan ekonomi, laporan ini juga mengidentifikasi potensi implikasi geopolitik yang lebih luas. Krisis energi global akibat konflik di Timur Tengah dinilai mendorong negara-negara ASEAN untuk bernegosiasi dengan China dari posisi yang lebih lemah di Laut China Selatan. Pergeseran ini berpotensi memengaruhi keseimbangan keamanan kawasan, termasuk wilayah strategis Indonesia seperti Natuna.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait