Menurutnya, orang tua memiliki peran strategis dalam membangun karakter anak melalui pendidikan agama, komunikasi yang baik, serta pengawasan terhadap pergaulan.
Ketahanan keluarga, lanjutnya, menjadi fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang sehat secara moral maupun sosial.
Zulmaeta berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat pembinaan generasi muda, tempat tumbuhnya nilai-nilai keislaman dan kebersamaan sosial.
Gerakan Bersih Dimulai dari Rumah Tangga
Selain isu sosial, Wali Kota Payakumbuh juga mengangkat persoalan kebersihan lingkungan yang menjadi perhatian pemerintah kota.
Ia mengajak masyarakat untuk mulai mengelola sampah dari rumah tangga masing-masing sebagai bagian dari budaya hidup bersih.
“Kami mengajak semua elemen masyarakat agar peduli terhadap kebersihan dan mulai mengolah sampah dari rumah masing-masing. Jika kita bergerak bersama, persoalan sampah bisa kita atasi,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan menjaga kebersihan kota tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
Gerakan kebersihan berbasis keluarga dinilai menjadi langkah strategis menciptakan lingkungan sehat sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.
Program pengelolaan sampah rumah tangga, edukasi lingkungan, serta kesadaran kolektif masyarakat menjadi bagian dari upaya jangka panjang menjadikan Payakumbuh sebagai kota yang nyaman dan berkelanjutan.