Sementara itu, untuk prevalensi stunting, target RPJMD tahun 2025 sebesar 17 persen, dengan realisasi 18 persen atau tingkat capaian kinerja sebesar 94,44 persen.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa RKPD Tahun 2027 merupakan tahun kedua Pemerintahan SIAP, sehingga diperlukan penguatan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Karena ini menjadi Musrenbang kedua, maka saya dan bapak wakil bupati sangat mengharapkan dokumen perencanaan disusun secara baik, terarah, dan terukur, sehingga cita-cita mewujudkan Pohuwato yang sehat, hijau, handal, agamis, dan produktif dapat tercapai,” tambahnya.
Adapun target pembangunan tahun 2027 yang dicanangkan meliputi: IPM sebesar 71,2 persen, pertumbuhan ekonomi 5,7 persen, tingkat kemiskinan 14,5 persen, tingkat pengangguran 2,5 persen, gini ratio 0,35.
Untuk mencapai target tersebut, Bupati Saipul menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak, mulai dari DPRD, Forkopimda, UPT Kementerian, perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, hingga seluruh stakeholder serta masyarakat Pohuwato.
Sebelumnya, dalam laporan kegiatan, Kabid Perencanaan, Pengendalian, Evaluasi dan Pembangunan Daerah (P2EPD), pada Bapppeda Pohuwato, Eka Putra Mantulangi menyampaikan bahwa Musrenbang ini bertujuan untuk menyepakati prioritas pembangunan daerah yang akan dituangkan dalam berita acara sebagai dasar pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2027.