Beranda Internasional Pemerintah Venezuela Akan Tutup Pusat Penyiksaan El Helicóide, Aktivis Minta Jadi Museum

Pemerintah Venezuela Akan Tutup Pusat Penyiksaan El Helicóide, Aktivis Minta Jadi Museum

El Helicóide awalnya dirancang pada 1950-an sebagai pusat perbelanjaan "drive-through" pertama di dunia, namun tak pernah selesai.

0
Pemerintah Venezuela Akan Tutup Pusat Penyiksaan El Helicóide (The Guardians)

Namun, rencana konversi ini ditolak oleh para aktivis. Mereka menuntut agar situs tersebut dijadikan ruang memori atau museum, serupa dengan bekas pusat penyiksaan Escuela de Mecánica de la Armada (ESMA) di Buenos Aires, Argentina.

"Kami menyambut baik penutupannya—tetapi bukan untuk diubah menjadi semacam pusat sosial atau rekreasi," kata Martha Tineo, koordinator LSM Justicia, Encuentro y Perdón (JEP) mengutip laporan The Guardians, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, mengubahnya menjadi museum akan menjadi bentuk reparasi bagi korban dengan menyatakan kebenaran dan memastikan teror ini tidak terulang.

Kisah penyintas seperti Angel Godoy (52), seorang insinyur yang ditahan selama sembilan bulan di El Helicóide tahun lalu, menguatkan tuntutan ini.

Godoy, yang ditangkap karena terlibat dalam upaya mengumpulkan bukti kecurangan pemilu 2024, dibebaskan pada 14 Januari setelah 372 hari dipenjara.

Namun, kebebasannya tidak utuh; ia masih harus melapor ke pengadilan setiap 30 hari dan dilarang meninggalkan negara.

Meski Rodríguez menyatakan akan mengajukan RUU amnesti, aktivis memperkirakan masih ada 600 hingga 800 tahanan politik yang tetap berada di penjara.

Kekhawatiran utama adalah bahwa RUU tersebut dikabarkan akan mengecualikan orang-orang yang dituduh melakukan kejahatan seperti pembunuhan, padahal banyak tahanan politik didakwa dengan tuduhan plot pembunuhan terhadap Maduro yang tidak pernah terbukti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait