CARAPANDANG - Di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia, pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya Pertalite dan Solar.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri tanpa khawatir akan kenaikan harga BBM subsidi.
Konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang memanas dalam sepekan terakhir memicu penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran energi tersibuk di dunia yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global.
Akibatnya, harga minyak mentah acuan Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) melonjak hingga kisaran 78–80 dolar AS per barel, melebihi asumsi APBN 2026 yang dipatok di angka 70 dolar AS per barel.
Menanggapi situasi tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026), menegaskan bahwa pemerintah belum mengambil keputusan untuk menaikkan harga BBM subsidi.
“Sampai dengan kami rapat tadi, belum ada. Jadi aman-aman saja. Hari raya yang baik, puasa yang baik, insyaallah belum ada kenaikan harga BBM,” ujar Bahlil mengutip Republika.
Ia menjelaskan bahwa BBM di dalam negeri terbagi menjadi dua kategori, yakni bersubsidi dan nonsubsidi. Untuk jenis bersubsidi seperti Pertalite dan Solar, harganya tidak berubah selama belum ada kebijakan baru dari pemerintah.