CARAPANDANG – Aktivitas transaksi digital di Jakarta mengalami peningkatan, terutama melalui kanal pembayaran non-tunai, seperti QRIS.
Demikian disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat memaparkan realisasi APBD Tahun Anggaran 2025 dalam konferensi pers yang digelar di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.
Dia mengungkapkan bahwa kenaikan pembayaran menggunakan QRIS bahkan mengalami peningkatan yang cukup besar.
"Kanal pembayaran QRIS yang seperti kita ketahui bersama mengalami peningkatan yang cukup besar. Terutama di pasar-pasar, seperti pada saat kita lombakan, digitalisasi di pasar itu meningkat 47 persen," katanya.
Pramono menjelaskan berdasarkan data yang dipaparkan volume transaksi menggunakan QRIS mencapai 5,02 miliar dengan pertumbuhan 177 persen. Angka ini berkontribusi terhadap nasional sebesar 36,78 persen.
Sedangkan merchant QRIS sebanyak 6,52 juta dan mengalami pertumbuhan 14,45 persen, serta memberikan kontribusi terhadap nasional sebesar 15,54 persen.
Untuk pengguna QRIS, tercatat terdapat 6,14 juta dan mengalami pertumbuhan 3,44 persen. Angka ini memberikan kontribusi terhadap nasional sebesar 10,42 persen.
Peningkatan transaksi digital ini juga terlihat dari kenaikan aktivitas konsumsi masyarakat. Pramono menyebut, konsumsi rumah tangga sendiri memiliki kontribusi 63,43 persen terhadap PDRB.