CARAPANDANG - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera melaporkan progres pembangunan hunian sementara (huntara) telah mencapai 4.263 unit atau sekitar 24 persen dari total target 17.499 unit di tiga provinsi terdampak bencana.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan, capaian tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan kota yang mengalami bencana banjir, banjir bandang, serta tanah longsor.
Provinsi Aceh memiliki kebutuhan terbesar dengan target 15.934 unit, di mana 3.248 unit (20%) telah selesai hingga akhir Januari 2026.
“Sementara Sumatera Utara mencatat 539 unit rampung dari 947 unit yang direncanakan (57%), dan Sumatera Barat menunjukkan progres tertinggi dengan 476 unit selesai dari 618 unit target (77%),” jelas Tito dalam keterangan pers yang dikutip Antaranews, Minggu (1/2/2026).
Perbedaan capaian antardaerah disebut dipengaruhi oleh faktor skala kebutuhan, kesiapan lahan, dan akses logistik. Pembangunan dipercepat melalui kolaborasi lintas sektor melibatkan kementerian, pemerintah daerah, TNI/Polri, BUMN, serta mitra non-pemerintah.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per bulan per kepala keluarga untuk periode tiga bulan.
Hingga akhir Januari 2026, bantuan telah diterima oleh 5.448 keluarga dari total 18.043 keluarga terdata (30%).
Penyaluran DTH tertinggi dicatat di Sumatera Barat, yakni 1.472 keluarga dari 2.004 (73%).