Beranda Internasional PBB: Situasi Kemanusiaan Kian Memburuk di Lebanon Selatan

PBB: Situasi Kemanusiaan Kian Memburuk di Lebanon Selatan

Foto yang diabadikan pada 2 Juni 2026 ini memperlihatkan para petugas penyelamat bekerja di antara reruntuhan bangunan hunian pascaserangan udara Israel di Tyre, Lebanon selatan. (Carapandang/Xinhua/Ali Hashisho)

0
Xinhua

   Pada Selasa, tidak ada pergerakan populasi besar-besaran terlihat dari kamp-kamp pengungsi Palestina, meskipun sekitar 10.000 orang sebelumnya telah mengungsi ke tempat-tempat perlindungan Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah (UNRWA) di Distrik Saida dan Lebanon utara setelah perintah evakuasi untuk Kota Tyre sekitar 10 hari yang lalu.

   Sementara itu, serangan-serangan terus berdampak pada layanan kesehatan. Pada Senin (8/6), sebuah serangan udara di dekat pusat Palang Merah Lebanon di Tyre dilaporkan menewaskan lima orang dan melukai delapan lainnya, termasuk empat paramedis. Menurut Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon, sedikitnya sembilan orang tewas dan lebih dari 28 lainnya terluka akibat serangkaian serangan pada Selasa yang menargetkan kawasan permukiman padat penduduk Al Masaken di Kota Tyre, papar OCHA.

   PBB kembali menegaskan kebutuhan mendesak untuk melindungi warga sipil, menjamin akses kemanusiaan yang aman dan berkelanjutan, serta menghormati hukum humaniter internasional.

   Farhan Haq, wakil juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, menyebutkan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) pada Senin mendeteksi 48 pelanggaran wilayah udara Lebanon oleh Israel dan sembilan serangan udara yang dilancarkan oleh jet tempur IDF, serta satu insiden terpisah berupa tembakan senapan mesin secara beruntun dari sebuah helikopter IDF.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait