“Ini adalah pencemaran nama baik. Klien kami tidak pernah mengatakan kata ‘monyet’. Ia hanya mengucapkan kata bernada homofobik dalam bahasa Spanyol yang disalahartikan. Kami akan membawa kasus ini ke pengadilan untuk melawan kebohongan yang disebarkan oleh Vinicius dan Mbappe,” tegas sang pengacara dalam konferensi pers di Lisbon.
Sementara itu, pihak klub Benfica menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan UEFA.
Dalam keterangan resmi klub, manajemen Benfica menilai proses penyelidikan masih berjalan dan keputusan skorsing dinilai terlalu terburu-buru.
Benfica memastikan akan segera mengajukan banding atas sanksi tersebut.
Insiden ini bermula dari duel sengit antara Real Madrid dan Benfica di leg pertama.
Vinicius Jr melaporkan kepada wasit bahwa ia mendengar Prestianni memanggilnya dengan sebutan bernada rasis.
Mbappe, yang berada di dekat lokasi kejadian, turut menjadi saksi dan memperkuat laporan rekan setimnya tersebut.
Jika nantinya terbukti bersalah, Prestianni terancam sanksi berat. Berdasarkan Pasal 14 Kode Disiplin UEFA tentang diskriminasi, ia bisa dilarang bermain minimal 10 pertandingan di kompetisi Eropa.