Kampung Sungai Nipah kemudian terkena lockdown oleh pemerintah setempat. Dari data di kampung Sungai Nipah inilah kemudian dilakukan penelitian mendalam dan sampai pada kesimpulan bahwa penyakit baru ini disebabkan oleh virus baru, yang diberi nama virus Nipah.
“Buku Nipah Virus Infection terbitan WHO Southeast Asia Regional Office (SEARO) tahun 2008 juga menyebutkan bahwa penamaan virus ini menunjukkan pada desa di Malaysia di mana virus ini resmi ditemukan ,” ujar Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu.
Pria yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Mantan Kabalitbangkes itu melanjutkan bahwa awal mulanya penyakit itu diduga adalah Japanese Encephalitis (JE) karena memang pasiennya mengalami radang otak atau ensefalitis, baik kasus JE maupun kasus virus Nipah.
Penyakit ini awalnya diduga penyakit Hendra karena memang gejalanya mirip dan asal usul virusnya berdekatan, dan akhirnya virus nipah bersama-sama dengan virus Hendra (Hev) membentuk gen virus baru yang diberi nama Henipavirus (Hendra + Nipah), yang termasuk dalam familia virus Paramyxoviridae.