Gelombang kritik terhadap Netanyahu juga datang dari sejumlah tokoh politik Israel. Pemimpin oposisi, Avigdor Liberman, bahkan menuduh Netanyahu menyeret Israel menuju "perang saudara" demi mempertahankan kekuasaannya.
Insiden di upacara militer tersebut menjadi salah satu gambaran meningkatnya polarisasi politik di Israel. Sorakan agar seorang perdana menteri mundur dalam acara resmi militer tergolong tidak biasa dan mencerminkan besarnya tekanan yang kini dihadapi pemerintahan Netanyahu. dilansir cnbcindonesia.com