Keberhasilan meraih trofi di Turki ini menjadi modal berharga bagi Onana untuk kembali bersaing di Manchester United, atau justru menjadi nilai jual bagi klub jika memutuskan untuk melepasnya secara permanen.
Ini merupakan gelar Piala Turki kesepuluh bagi Trabzonspor dalam sejarah klub dan yang pertama sejak tahun 2020.