Namun, kabar buruk datang dari indeks small cap itu sendiri. Sebanyak 13 saham justru dikeluarkan secara bersamaan, menjadikan jumlah emiten Indonesia di indeks tersebut menyusut drastis.
Berikut 13 saham yang dihapus dari MSCI Small Cap Index:
· PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
· PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
· PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)
· PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
· PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
· PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
· PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
· PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
· PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)
· PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
· PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)
· PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
· PT Triputra Agro Persada TAPG).
Keputusan MSCI ini diperkirakan akan memicu gelombang jual oleh dana-dana global yang meniru indeks (passive fund).
Verdhana Sekuritas memperkirakan potensi outflow mencapai sekitar US$ 3,4 miliar, dengan rincian US$ 3,1 miliar berasal dari saham standar dan US$ 353 juta dari small cap.
Akibatnya, bobot (weight) Indonesia dalam indeks MSCI Emerging Market diprediksi menyusut dari 0,86% menjadi hanya 0,63%.
Sentimen negatif ini langsung berdampak pada perdagangan Rabu (13/5) pagi, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok 1,53 persen ke level 6.753.