CARAPANDANG - Pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, digelar di Kompleks Grand Mosalla, Teheran, pada Minggu (5/7/2026). Tiga putranya hadir, namun putra sekaligus penerusnya, Mojtaba Khamenei, tidak terlihat dalam prosesi tersebut.
Ali Khamenei, yang memimpin Iran sejak 1989, tewas dalam serangan udara AS-Israel pada 28 Februari 2026 di usia 86 tahun. Ia menjadi pemimpin tertinggi Iran selama lebih dari tiga dekade.
Ketiga putra yang hadir adalah Mostafa, Masoud, dan Meysam Hosseini Khamenei.
Mereka tampak berdoa di barisan depan di samping peti jenazah ayahnya, dalam penampilan publik pertama mereka sejak konflik meletus . Turut hadir pula Presiden Masoud Pezeshkian, Panglima Garda Revolusi Ahmad Vahidi, dan pejabat tinggi lainnya.
Sebaliknya, Mojtaba Khamenei, yang ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi setelah kematian ayahnya pada awal Maret 2026, tidak pernah tampil di publik sejak pengangkatannya.
Ia dilaporkan terluka dalam serangan yang sama yang menewaskan ayahnya dan anggota keluarga lainnya.
Sumber yang dekat dengan lingkaran dalamnya menyebutkan wajahnya cacat dan kakinya mengalami cedera serius.
Ketidakhadiran Mojtaba memicu spekulasi, termasuk alasan keamanan karena Israel mengancam akan memburunya, serta kondisinya yang disebut terlalu parah untuk muncul di publik.
Sejauh ini, ia hanya berkomunikasi melalui pernyataan tertulis di media Iran.