Beranda Suara Senayan Misbakhun: DPR Dan Pemerintah Rumuskan Insentif Untuk Redam Naiknya Pertamax

Misbakhun: DPR Dan Pemerintah Rumuskan Insentif Untuk Redam Naiknya Pertamax

Misbakhun menjelaskan bahwa fokus utama stimulus ini adalah kelompok masyarakat yang selama ini mengonsumsi Pertamax.

0
Ilustrasi

"Pasti kalau kenaikan BBM biasanya selalu akan diikuti dengan kenaikan inflasi. Berapa persennya, nol koma sekiannya itu kita belum tahu. Karena kan Pertamax ini lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat, bukan BBM industri," ujarnya.

Misbakhun juga tidak menampik adanya potensi pergeseran pola konsumsi masyarakat ke BBM lebih murah akibat lonjakan harga ini. Kondisi itu pada akhirnya berpotensi membuat anggaran subsidi BBM membengkak.

"Pasti, orang kan begitu harga naik mencari harga yang paling rendah. Untuk kalkulasinya belum kita lakukan exercise lebih dalam, namun sudah dilakukan penghitungan-penghitungan untuk melihat impact-nya seperti apa," tambahnya.

Sebagai informasi, PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Pertamax dari sebelumnya Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, efektif per 10 Juni 2026.

Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite tetap dipertahankan pada level Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menyatakan bahwa penyesuaian harga tersebut dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemerintah sebagai regulator dengan mempertimbangkan tren pergerakan harga minyak dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait