Microsoft mengonfirmasi PHK tersebut dalam pesan internal kepada karyawan, dengan menyatakan bahwa langkah ini dilakukan seiring perusahaan beradaptasi dengan perubahan pesat di industri teknologi dan berupaya menyederhanakan operasional.
PHK tersebut terutama akan berdampak pada divisi penjualan komersial dan bisnis gim Xbox, imbuh perusahaan itu.
Wakil Presiden Eksekutif sekaligus Chief People Officer Microsoft Amy Coleman mengatakan dalam pesan kepada para karyawan bahwa bisnis perusahaan itu sedang mengalami perubahan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan permintaan pelanggan, sehingga perusahaan harus beradaptasi dengan kondisi tersebut. Dia menegaskan bahwa PHK tersebut bukan merupakan akibat langsung dari penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang menggantikan tenaga kerja.
Microsoft menyatakan akan memberikan paket pesangon, tunjangan kesehatan, dan bantuan transisi karier kepada karyawan yang terdampak. Perusahaan itu juga menyebut bahwa program pensiun sukarela yang diperkenalkan awal tahun ini membantu mengurangi skala PHK.
PHK terbaru ini terjadi ketika perusahaan-perusahaan teknologi besar terus berinvestasi besar-besaran di bidang AI sembari berupaya mengendalikan biaya dan meningkatkan efisiensi. Berdasarkan laporan tahunannya, Microsoft memiliki sekitar 228.000 karyawan penuh waktu di seluruh dunia per Juni 2025.
Sumber: Xinhua