Ada ketakutan bahwa AS mungkin menekan Ukraina untuk menerima kesepakatan yang menguntungkan Rusia. Namun, pada Jumat (7/3/2025) lalu, Trump menyatakan sedang mempertimbangkan sanksi tambahan terhadap Rusia akibat serangan intens di Ukraina.
Arab Saudi menjadi mediator utama dalam pembicaraan diplomasi antara AS, Rusia, dan Ukraina. Dalam pertemuan di Jeddah, masih belum jelas apakah Ukraina akan menandatangani kesepakatan mineral yang sebelumnya gagal disepakati di Gedung Putih.
Waltz mengungkapkan bahwa Zelensky belum sepenuhnya siap berbicara tentang perdamaian, sementara waktu terus berjalan. Menurutnya, jika kepentingan pribadi atau politik Zelensky bertentangan dengan upaya mengakhiri perang, maka AS akan melihatnya sebagai masalah serius.
Arab Saudi telah beberapa kali membantu dalam negosiasi pertukaran tahanan antara Rusia dan Ukraina. Meskipun sebelumnya menghadapi kritik internasional terkait pelanggaran hak asasi manusia, Arab Saudi kini semakin memainkan peran penting dalam diplomasi global. dilansir rri.co.id