Sektor hilirisasi juga menjadi fokus utama. Pada 2025, kontribusi investasi hilirisasi mencapai Rp584,13 triliun (30,2 persen dari total), meski masih didominasi mineral.
Ke depan, proyek hilirisasi non-mineral seperti perkebunan, kehutanan, minyak dan gas, serta perikanan akan digenjot.
Rosan menekankan bahwa hilirisasi non-mineral berpotensi besar menyerap tenaga kerja.
Sebagai contoh, proyek hilirisasi kelapa senilai US$100 juta ditargetkan dapat menciptakan 10.000 lapangan pekerjaan dan ditargetkan selesai konstruksinya pada akhir 2026.