CARAPANDANG - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memanggil Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Arief Setiawan Handoko untuk membahas lonjakan harga gas industri yang belakangan menjadi sorotan.
Pemanggilan itu dilakukan usai Bahlil meresmikan fasilitas Mini LNG Plant milik PT Sumber Aneka Gas di Tuban, Jawa Timur, Kamis.
“Pak Arief, habis ini ikut saya. Kita bahas tentang gas untuk industri,” kata Bahlil.
Menurut Bahlil, persoalan harga gas industri kini menjadi perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto. Ia mengungkapkan Presiden bahkan menghubunginya untuk membahas isu tersebut.
“Tadi Pak Presiden telepon saya di jalan soal ini,” ujarnya.
Bahlil menjelaskan kondisi harga gas industri di Jawa Timur masih relatif stabil. Namun, situasi berbeda terjadi di kawasan Jawa Barat, Banten, Bekasi, dan Jakarta yang mengalami kenaikan harga.
Ia menyebut salah satu penyebab utama kenaikan tersebut adalah menurunnya produksi atau lifting gas di wilayah-wilayah tersebut. Akibatnya, pasokan melalui jaringan pipa berkurang sehingga pemerintah dan pelaku usaha harus memanfaatkan LNG yang biayanya lebih tinggi.
“Terpaksa kami pakai LNG. Sehingga, harganya memang agak naik. Nah, ini yang kita harus cari jalan tengah untuk mendorong ke sana,” kata Bahlil.