Beranda Internasional Menteri Energi AS Dorong Peningkatan Produksi Minyak Venezuela, Demokrat Rancang UU Transparansi

Menteri Energi AS Dorong Peningkatan Produksi Minyak Venezuela, Demokrat Rancang UU Transparansi

Dalam pertemuan di Istana Miraflores, Wright menyatakan bahwa embargo minyak AS terhadap Venezuela yang berlaku sejak 2019 pada dasarnya telah berakhir.

0
Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright pada Rabu (11/2) melakukan kunjungan ke Caracas dan bertemu dengan Presiden Interim Venezuela Delcy Rodríguez. (Reuters)

Wright dijadwalkan mengunjungi Petropiar, proyek patungan Chevron dan PDVSA di Sabuk Orinoco, untuk menilai rehabilitasi fasilitas yang mengalami kekurangan investasi bertahun-tahun .

Sementara itu di Washington, anggota parlemen dari Partai Demokrat meningkatkan tekanan terhadap administrasi Trump terkait pengelolaan dana hasil penjualan minyak Venezuela yang ditempatkan di rekening luar negeri Qatar.

Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer dan Senator Adam Schiff pada Rabu memperkenalkan Venezuela Oil Proceeds Transparency Act, rancangan undang-undang yang mewajibkan Government Accountability Office (GAO) melakukan audit independen terhadap pengaturan keuangan pemerintah Venezuela yang dikendalikan AS tersebut.

"Rakyat Amerika berhak tahu apa yang terjadi dengan uang dari pembayaran minyak Venezuela ini, ke mana perginya, dan kepada siapa," kata Schumer dalam pernyataannya.

"Tidak ada alasan Trump menghindari sistem perbankan AS dan mengisi kantong kroni-kroni minyak besarnya," tambahnya.

Hasil penjualan minyak Venezuela senilai 500 juta dolar AS dilaporkan ditempatkan di rekening bank Qatar. Menteri Luar Negeri Marco Rubio sebelumnya menyebut rekening Qatar sebagai langkah sementara, namun Menteri Keuangan Scott Bessent mengaku proses audit belum disusun .

RUU tersebut mewajibkan GAO memulai audit dalam 30 hari, melaporkan temuan sementara, dan menyerahkan laporan final ke Kongres dalam 90 hari setelah audit rampung .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait