Beranda Warta Kementerian Mensos: Sekolah Rakyat Diarahkan Cetak Generasi Pintar, Berkarakter, dan Terampil

Mensos: Sekolah Rakyat Diarahkan Cetak Generasi Pintar, Berkarakter, dan Terampil

“Lulusan Sekolah Rakyat di masa mendatang ada yang jadi guru, ada yang jadi seniman. Pokoknya jadi apapun dengan keterampilan yang cukup. Itulah harapan Bapak Presiden,” kata Mensos.

0
Istimewa

Selanjutnya dia tegas mengatakan ada tiga hal yang tidak boleh terjadi di Sekolah Rakyat yaitu perundungan, kekerasan seksual atau kekerasan fisik, serta intoleransi. 

“Tidak boleh menghina siapa pun, meremehkan dan merendahkan siapa pun. Tidak boleh ada kekerasan seksual atau kekerasan fisik. Tidak boleh ada intoleransi,” katanya.

Sebanyak 75 calon siswa dan orang tua calon siswa dari Kota Medan turut hadir dan menyaksikan berbagai penampilan siswa Sekolah Rakyat, mulai dari tari tradisional dari SRMP 2 Medan, bela diri karate, pidato tiga bahasa dari SRT 30 Medan, hingga paduan suara dan puisi dari siswa SRMP 2 Medan dan SRT 30 Medan.

Dia pun menyampaikan semangat Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan. Mensos mengatakan anak-anak yang mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat diarahkan menjadi generasi pintar, berkarakter, dan terampil.

“Lulusan Sekolah Rakyat di masa mendatang ada yang jadi guru, ada yang jadi seniman. Pokoknya jadi apapun dengan keterampilan yang cukup. Itulah harapan Bapak Presiden,” tuturnya.

Mensos mengatakan perhatian Presiden Prabowo terhadap anak-anak Sekolah Rakyat sangat besar, salah satu bentuknya adalah pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah.

Saat ini terdapat 104 titik Sekolah Rakyat gedung permanen. Untuk Kota Medan, Sekolah Rakyat Permanen akan menerima 270 siswa dengan kuota 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Dalam kegiatan tersebut, Mensos juga berdialog dengan orang tua calon siswa dan calon siswa. Salah satunya Ridha Aritona, orang tua Jessica Putri Sirait. 

Ia menceritakan bahwa keluarganya hidup dengan pendapatan tidak tetap karena bekerja sebagai pengemudi ojek online.

“Besar harapan saya anak saya sekolah berkualitas dengan keadaan tidak mampu menyekolahkan dan memberikan les. Harapan besar dia bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik, jangan seperti kehidupan saya,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait