Namun, dia menjelaskan bahwa tercapainya potensi kesepakatan antara Iran dan Oman tidak berarti Selat Hormuz akan dibuka kembali, seraya menambahkan bahwa pembukaan kembali jalur perairan tersebut bergantung pada pemenuhan syarat-syarat lain yang telah disampaikan kepada AS melalui mediator.
Iran memperketat kendalinya atas Selat Hormuz pada 28 Februari dengan melarang kapal-kapal milik atau yang berafiliasi dengan Israel dan AS melintas secara aman, menyusul serangan gabungan kedua negara tersebut terhadap wilayah Iran.
Pada Juni lalu, Iran dan AS menandatangani MoU mengenai penghentian perang di semua front konflik, termasuk di Lebanon. Kedua pihak dijadwalkan menggelar perundingan dalam kurun waktu 60 hari guna mencapai kesepakatan final, namun eskalasi terbaru di kawasan tersebut membuat kelanjutan perundingan itu menjadi tidak pasti.
Iran dan Oman telah bernegosiasi sejak beberapa pekan lalu untuk mencapai kesepakatan tentang penetapan rute baru di selat tersebut untuk lalu lintas maritim yang aman.
sumber: Xinhua News