Menurut Meutya, langkah tersebut penting untuk meminimalkan dampak negatif teknologi, sekaligus memastikan generasi muda dapat memanfaatkan teknologi secara sehat dan produktif.
“Diharapkan para pelajar dapat menjadi duta yang mengingatkan adik-adiknya untuk menjauhi media sosial sebelum usia 16 tahun, serta membatasi penggunaan gim,” ujarnya.