Meskipun pemerintah optimistis, sejumlah lembaga keuangan internasional masih bersikap hati-hati. HSBC Global Investment Research misalnya, memberikan target IHSG di level 7.500 hingga akhir tahun ini dan merekomendasikan sikap underweight untuk saham Indonesia dalam konteks pasar Asia.
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan fokus pada penguatan fundamental ekonomi, termasuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, sebagai kunci pemulihan IHSG ke level 10.000.