Ia menargetkan buku Sejarah Indonesia versi digital dapat diakses publik paling lambat Februari 2026. Fadli menyebut saat ini tim editor masih menyelesaikan proses penyuntingan akhir dan alih media.
Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan, Agus Mulyana menilai, pembaruan penulisan sejarah nasional perlu dilakukan. Ia menegaskan, buku ini diharapkan menjadi rujukan akademik yang dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
"Saya kira ini perlu kita tulis, karena ini kan hampir 13 tahun yang lalu gitu ya terakhir. Saya kira kita perlu merekonstruksi lebih komprehensif tentang perjalanan sejarah Indonesia," ujarnya dalam dialog bersama Pro3 RRI, Kamis (8/1/2026).