CARAPANDANG.COM - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan Semangat Bandung atau Bandung Spirit yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika tetap relevan sebagai kompas moral di tengah dinamika global yang semakin tidak pasti.
"Di tengah dunia yang semakin tidak pasti, Bandung Spirit justru menjadi relevan sebagai kompas moral. Jika kita ingin membangun perdamaian berkelanjutan maka kita harus melindungi kebudayaan," kata Fadli pada Perayaan 71 Tahun Konferensi Asia-Afrika di Bandung, Minggu.
Menurut Fadli, kebudayaan harus ditempatkan sebagai instrumen utama diplomasi untuk memperkuat solidaritas dan persahabatan antarbangsa, khususnya di kawasan Asia dan Afrika.
Ia mengatakan dalam dunia yang semakin tanpa batas, kebudayaan memiliki dua peran penting, yakni sebagai benteng untuk menjaga jati diri bangsa sekaligus sebagai jembatan untuk membuka dialog internasional.
Menbud juga menekankan pentingnya melindungi kebudayaan sebagai bagian dari upaya membangun perdamaian berkelanjutan.
"Kita harus memastikan bahwa tidak ada perang yang menghapus sejarah suatu bangsa, tidak ada dominasi yang membungkam identitas, dan tidak ada sistem global yang mengabaikan suara mereka yang lemah," katanya.
Fadli menyampaikan bahwa Konferensi Asia-Afrika yang telah berlangsung 71 tahun silam merupakan tonggak penting diplomasi dunia.