CARAPANDANG – Iduladha merupakan momentum untuk meneguhkan semangat keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Demikian disampaikan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.
Menteri Agama mengatakan bahwa keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengajarkan kepada umat Islam akan makna pengorbanan yang sesungguhnya, yaitu mendahulukan kepentingan dan kemaslahatan yang lebih besar.
“Keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengajarkan bahwa pengorbanan adalah tentang mendahulukan kemaslahatan yang lebih besar. Nilai inilah yang harus kita hadirkan dalam kehidupan berbangsa,” ujarnya.
Selanjutnya dia mengatakan bahwa ibadah kurban memiliki dampak sosial yang nyata bagi masyarakat. Pembagian daging kurban dinilai bukan sekadar simbol ibadah, tetapi juga bentuk konkret kepedulian sosial yang dapat membantu masyarakat membutuhkan.
Menurut Menag, distribusi daging kurban turut mendukung ketahanan pangan keluarga, pemenuhan kebutuhan protein, hingga membantu upaya pencegahan stunting.
“Semangat berkurban adalah energi kebersamaan. Ia menggerakkan solidaritas, memperkuat gotong royong, dan menghadirkan keadilan sosial. Dari sinilah kita membangun bangsa, dari kepedulian yang sederhana, tetapi berdampak luas,” kata.