Beranda Feature Memulai Hari Tanpa Gorengan, Makanan Kukus-Rebus Kian Diminati

Memulai Hari Tanpa Gorengan, Makanan Kukus-Rebus Kian Diminati

Foto menunjukkan lapak makanan kukus dan rebus yang ada di sebuah stasiun kereta rel listrik (KRL) di Jakarta pada 19 Juni 2026. (Carapandang/Xinhua/Ferdi)

0
Xinhua

   Peluang pasar dari meningkatnya kesadaran kesehatan kaum urban ini ditangkap dengan cerdik oleh para pelaku usaha mikro di area transportasi publik. Salah satunya adalah Hartono (48), pemilik lapak yang berlokasi di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. Berjualan sejak akhir tahun 2022, tepat saat pembatasan pandemi mulai dicabut, Hartono menyaksikan sendiri bagaimana stasiun KRL menjelma menjadi episentrum perputaran ekonomi baru.

   "Alasan saya berjualan makanan kukus dan rebus ini sebenarnya cukup taktis," ujar Hartono kepada Xinhua di Jakarta pada Jumat yang sama. Menurutnya, modal minyak goreng yang sempat naik-turun menjadi pemicu awal. Selain itu, gorengan cenderung kurang menarik jika sudah dingin. Ini berbeda dengan sistem kukus atau rebus di mana makanan selalu hangat di dalam dandang, sehingga aromanya terus menggugah selera.

   Variasi menu yang ditawarkan Hartono terbilang lengkap agar pembeli tidak bosan, antara lain jagung manis rebus, kacang tanah rebus, ubi kukus, telur rebus, singkong rebus, dan talas rebus.

   Dengan harga yang dipatok bersahabat, mulai Rp5.000 hingga Rp15.000, lapak Hartono kerap dipadati antrean panjang, terutama pada jam padat pulang kerja. Omzet hariannya pun terbilang menggiurkan. Pada hari kerja, dia mampu mengantongi Rp800.000 hingga Rp1,2 juta per hari. 

   "Tren sehat ini menurut saya bukan musiman, tapi sudah jadi kebutuhan orang kota yang sibuk," tuturnya dengan nada optimistis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait