Menariknya, ilmu psikologi modern juga menguatkan ajaran ini. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perilaku menolong (prosocial behavior) mampu meningkatkan kebahagiaan, mengurangi stres, memperkuat hubungan sosial, bahkan memperbaiki kesehatan mental, baik bagi penerima maupun pemberi bantuan. Apa yang diajarkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam lebih dari empat belas abad lalu terbukti selaras dengan temuan ilmu pengetahuan masa kini.
Mengangkat Beban Orang yang Terlilit Utang
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam kemudian menyebutkan bentuk nyata dari membahagiakan hati, yaitu membantu melunasi utang.
Utang sering kali menjadi penyebab kecemasan, hilangnya ketenangan, bahkan retaknya hubungan keluarga. Karena itu, membantu seseorang keluar dari kesulitan finansial bukan sekadar memberikan uang, tetapi juga mengembalikan harapan dan menjaga kehormatannya.
Di masa sekarang, hal itu dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti memberikan pinjaman tanpa riba, membantu mencarikan pekerjaan, atau menggalang bantuan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.
Sedekah Memberi Makan
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga menyebut memberi makan sebagai amal utama. Penyebutan "roti" dalam hadits menggambarkan makanan pokok pada masa itu. Maknanya adalah memenuhi kebutuhan dasar orang yang membutuhkan.