Kawan, mari kilas balik. SD Muhammadiyah Gantong berdiri pada 1934, ketika Muhammadiyah mulai berkembang di Belitung. Gantung kemudian dikenal sebagai salah satu lokasi paling awal kehadiran Muhammadiyah di Bangka Belitung.
Selama puluhan tahun, sekolah berbangunan kayu beratap seng itu berdiri melayani anak-anak keluarga tak mampu di tengah kawasan tambang timah. Bu Muslimah adalah salah satu dari sedikit guru yang bertahan di sana, bahkan ketika muridnya bisa dihitung dengan jari.
Sekolah itu akhirnya roboh pada 1986 karena termakan usia dan ditinggalkan setelah industri timah kolaps. Ketika Andrea Hirata menulis Laskar Pelangi hampir dua dekade kemudian, ia sedang merekonstruksi sebuah bangunan yang sudah lama menjadi debu.
Bu Muslimah sendiri pernah mengakui kesedihannya karena SD itu akhirnya tinggal sejarah. Yang masih berdiri hingga kini hanya MTs Muhammadiyah, satu-satunya lembaga Muhammadiyah yang tersisa di Gantong.
"Saya sedih karena saya tidak bisa mempertahankan SD Muhammadiyah," ujarnya.
Setelah film Laskar Pelangi meledak pada 2008, replika SD Muhammadiyah dibangun di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Belitung Timur, atas gagasan Andrea Hirata sebagai bagian dari pengembangan kawasan wisata sastra. Replika tersebut diresmikan pada 27 November 2010 dalam Festival Laskar Pelangi.
Kini tempat itu ramai dikunjungi wisatawan dari seluruh Indonesia bahkan mancanegara.