CARAPANDANG - Tumbangnya Brasil di tangan Norwegia dalam babak 16 besar Piala Dunia pada Minggu (5/7) mendorong evaluasi besar-besaran dari berbagai media di negara tersebut.
O Globo menyebutnya sebagai "akhir dari mimpi meraih hexa", merujuk pada penantian panjang Brasil untuk meraih gelar juara Piala Dunia keenamnya.
Surat kabar itu menyebut debut Piala Dunia Carlo Ancelotti sebagai pelatih tim nasional (timnas) Brasil kandas bahkan sebelum mereka menghadapi "momok" perempat final, merujuk pada tren buruk tim Samba yang dalam beberapa edisi terakhir selalu kesulitan untuk lolos dari babak delapan besar.
O Globo mengatakan Brasil belum pernah tersingkir di babak 16 besar sejak Argentina yang dimotori oleh Diego Maradona mengubur harapan mereka pada edisi 1990.
O Globo juga menunjukkan fakta mencolok dari New Jersey, yaitu Brasil hanya mencatatkan 32 persen penguasaan bola, angka terendah mereka dalam sebuah laga Piala Dunia sejak pencatatan dimulai pada 1966.
Folha de S.Paulo membuka ulasannya dengan nada kekecewaan dan keterpurukan serupa.
"Brasil tersingkir, dan mimpi itu pun sirna," tulis surat kabar tersebut.
Surat kabar tersebut menuliskan bahwa timnas Norwegia "mendayung, berjaya, dan meninggalkan Selecao (julukan lain timnas Brasil) terdampar di pantai" menyusul dua gol Erling Haaland di babak kedua pertandingan tersebut.