Alih-alih, lanjut Mbappe, dunia kini terfokus pada seorang perempuan inkompten yang menghadirkan citra terburuk untuk Paraguay ke muka dunia.
"Saya tidak akan memberikan orang seperti dia kebebasan menyebarkan kebencian dan pandangan rasialisme ke seluruh dunia," tulis Mbappe dalam cuitan yang sama.
Pernyataan Amarilla muncul beberapa saat setelah Prancis menyisihkan Paraguay dari babak 16 besar Piala Dunia 2026, menyerang Mbappe dengan label "seorang Kamerun terjajah".
Federasi sepak bola Prancis, FFF, juga telah menanggapi kontroversi tersebut, menyebut pernyataan Amarilla sebagai tindakan "mengerikan dan tidak bisa diterima". FFF menyatakan akan melaporkan jalur hukum pernyataan tersebut.
FFF juga menegaskan dukungan mereka terhadap Mbappe yang menjadi korban serangan rasial tersebut, sembari menekankan komitmen untuk melawan rasialisme dan tindakan diskriminatif lain.
"Pernyataan ini membuat malu mereka yang melontarkan dan menyebarkannya. Pemain tim nasional Prancis adalah wakil Prancis, ini negara kami yang dihina," tulis FFF.
Mbappe, yang mencetak gol semata wayang lewat eksekusi penalti ke gawang Paraguay, selanjutnya akan membela Prancis dalam laga perempat final melawan Maroko di Stadion Gillette, Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, Jumat (10/7) WIB.