CARAPANDANG – Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera merespon pernyataan yang disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang mengaku heran masih banyak kepala daerah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) meski telah mendapat pembekalan dari pemerintah.
Mardani mengatakan apa yang disampaikan Mendagri kurang tepat. Sebab, pemberantasan korupsi tidak cukup dengan mengandalkan retret, seminar, maupun forum diskusi.
Menurutnya ada jauh yang lebih penting yakni dengan membangun sistem pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta memperkuat integritas para kepala daerah.
"Korupsi tidak selesai dengan retret, seminar, atau FGD. Perlu transparansi dan akuntabilitas hingga keteladanan. Bangun integritas kepala daerah dengan ilmu dan iman," ujarnya lewat akun X miliknya, Selasa, 21 Juli 2026.
Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian mengaku heran masih banyak kepala daerah yang terjerat kasus korupsi. Padahal, menurut Tito, para kepala daerah telah mendapat arahan langsung dari pemerintah, termasuk saat mengikuti retret kepala daerah di Magelang yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.