“Dia memang punya kritikus, tetapi saya menyukai pekerjaannya di Newcastle. Dia sudah menangani tujuh atau delapan ratus pertandingan, masih muda, dan saya suka ketenangannya. Mungkin Manchester United butuh sedikit hal itu,” tambahnya.
Meski menilai Solskjaer bisa menjadi pilihan interim yang layak, Keane menegaskan bahwa Fletcher bukanlah kandidat untuk peran jangka panjang.
Ia juga menyatakan akan mendoakan yang terbaik jika klub memutuskan untuk kembali bekerja sama dengan Solskjaer.
Rencana penunjukan pelatih interim ini menunjukkan kehati-hatian hierarki United dalam menata ulang arah tim sebelum menentukan sosok pemimpin permanen yang diharapkan dapat membawa stabilitas jangka panjang.