Shanxi merupakan rumah bagi lebih dari 500 situs warisan budaya utama di bawah perlindungan negara, jumlah terbanyak di antara seluruh daerah setingkat provinsi di China. Di provinsi itu juga terdapat tiga Situs Warisan Dunia UNESCO, yaitu Kota Kuno Pingyao, Gua Yungang, dan Gunung Wutai.
Foto yang diabadikan pada 15 Juli 2026 ini menunjukkan para wisatawan mancanegara sedang mengunjungi Kuil Jinci di Taiyuan, ibu kota Provinsi Shanxi, China utara. (Carapandang/Xinhua)
Dalam beberapa tahun terakhir, Shanxi telah mengintegrasikan teknologi digital seperti pemindaian tiga dimensi (3D), pengarsipan digital, dan pameran imersif ke dalam bidang konservasi warisan budaya. Langkah itu membantu peninggalan budaya kuno menjangkau khalayak yang lebih luas, sekaligus memastikan kelestariannya.
Veldesen yakin pengalaman China menawarkan pelajaran yang berharga bagi banyak negara berkembang, termasuk Indonesia.
"Kesamaan terbesar antara China dan Indonesia adalah arsitektur tradisionalnya berhubungan erat dengan alam, budaya, dan masyarakat setempat," tuturnya. "Bangunan bukanlah monumen yang berdiri sendiri. Bangunan berkembang seiring dengan kehidupan masyarakat."
Foto yang diabadikan pada 3 Mei 2026 ini menunjukkan para wisatawan berjalan di objek wisata Gua Yungang di Kota Datong, Provinsi Shanxi, China utara. (Carapandang/Xinhua)