Maka itu, dia mengatakan bahwa pemerintah akan mendorong solusi melalui program pengolahan sampah menjadi energi listrik (PISEL). Namun, kapasitas yang ditargetkan hingga 2029 baru mampu mengurangi sekitar 33 ribu ton sampah per hari atau sekitar 22 persen dari total timbunan nasional.
“Sebegitu berat dan besarnya masalah sampah ini sehingga sampai 2029 kita punya roadmap baru bisa 22% saja,” kata Qodari.
Dia pun menegaskan, keterbatasan kapasitas pengolahan dan lambatnya pembangunan infrastruktur membuat penanganan sampah masih berjalan bertahap. Pemerintah saat ini berupaya mengejar ketertinggalan melalui pembangunan fasilitas di berbagai wilayah, meski skalanya belum mampu menutup keseluruhan masalah.
Dengan kondisi tersebut, penanganan sampah nasional dinilai masih jauh dari tuntas dan membutuhkan percepatan agar tidak terus menjadi beban lingkungan dan kesehatan masyarakat.
M Qodari: Indonesia Hadapi Krisis Sampah, Mari Jangan Abaikan Persoalan Ini
Kondisi yang terjadi saat ini memperlihatkan bahwa persoalan struktural yang sudah lama tertinggal dan belum tertangani secara masif.