Pangkalan Udara Pangeran Sultan sendiri telah berulang kali menjadi sasaran rudal dan drone Iran dalam dua pekan terakhir, menurut pemantauan intelijen sumber terbuka.
Pangkalan yang kembali digunakan pasukan AS sejak 2019 ini menjadi lokasi strategis bagi 378th Expeditionary Wing yang mengoperasikan berbagai aset udara AS.
Serangan terhadap lima pesawat tanker ini berpotensi mengganggu operasi udara AS di kawasan, mengingat pesawat tanker sangat krusial untuk memperpanjang jangkauan jet tempur dan bomber dalam melancarkan serangan ke target-target di Iran.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump melalui platform media sosialnya Truth Social menyatakan, "Kami sedang menghancurkan total rezim teroris Iran di semua aspek—militer, ekonomi, dan lainnya. Angkatan laut Iran telah lenyap, dan angkatan udaranya tidak ada lagi,".
Sejak dimulainya Operasi Epic Fury pada 28 Februari 2026, konflik AS-Israel dengan Iran telah menewaskan lebih dari 1.300 orang di pihak Iran, termasuk mantan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Di pihak AS, setidaknya 13 personel militer tewas sejak perang dimulai.
Jumlah personel AS yang tewas bertambah setelah seorang prajurit dilaporkan meninggal akibat serangan di pangkalan yang sama di Arab Saudi pada 1 Maret lalu.
Sementara itu, tiga pesawat F-15 sebelumnya juga ditembak jatuh dalam insiden friendly fire di Kuwait pada awal Maret, meskipun keenam awaknya selamat.