Selain Barat, India—rival utama Pakistan—aktif melobi forum internasional untuk mencegah Islamabad mengembangkan senjata atom, terutama setelah uji coba nuklir India tahun 1974. Lembaga internasional seperti IAEA pun turut menghalangi karena Pakistan menolak menandatangani Nuclear Non-Proliferation Treaty (NPT), sehingga fasilitas nuklirnya tidak dapat diawasi penuh.
AS menjatuhkan sanksi terhadap Pakistan. Mossad melakukan berbagai pembunuhan untuk melemahkan program tersebut, bahkan mengancam akan mengirim bom ke para eksekutif perusahaan mitra Pakistan di Eropa.Kaum Zionis juga berencana menyerang wilayah Pakistan menggunakan pesawat F-16 dan F-15 bekerja sama dengan India.
Setelah India menguji coba hulu ledak nuklir pada 11 Mei 1998, Pakistan juga berhasil menguji coba senjata nuklirnya sendiri di Gurun Balochistan. Dengan demikian, Pakistan menjadi kekuatan nuklir ketujuh di dunia, dan Abdul Qadir Khan menjadi pahlawan nasional bagi 250 juta rakyatnya. Bapak Bom Nuklir Pakistan ini memimpin proyek pengayaan uranium di Kahuta Research Laboratories yang akhirnya membuat Pakistan jadi negara Muslim pertama yang punya senjata nuklir (1998).
Sejarawan Pervez Hoodbhoy dalam Pakistan: Nuclear State (Oxford University Press, 2012) menyebut, “Program nuklir Pakistan adalah sebuah perjuangan menghadapi dunia—menggabungkan tekad politik, kecerdasan teknologi, dan perlawanan terhadap hegemoni global.”