Dalam Islam, banyak keputusan hidup penting didasarkan pada kesadaran dan tanggung jawab. Pernikahan bukan hanya tentang status, tetapi juga tentang amanah. Allah SWT berfirman: “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. (QS. Ar-Rum: 21)
Ketika seseorang memutuskan untuk menikah, ia sedang memulai perjalanan panjang membangun rumah tangga yang penuh tanggung jawab. Sebaliknya, ketika seseorang memilih untuk menunda atau belum menikah kembali, keputusan itu juga bisa menjadi bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain.
Memahami dengan Empati
Idul Fitri sejatinya adalah momentum memperkuat empati. Setelah menjalani Ramadan yang melatih kesabaran dan pengendalian diri, kita diharapkan menjadi pribadi yang lebih peka terhadap perasaan orang lain. Terkadang pertanyaan seperti “kapan menikah?” lahir dari kebiasaan budaya. Ia dianggap sebagai percakapan ringan saat berkumpul bersama keluarga. Namun dari sisi yang ditanya, pertanyaan itu bisa menyentuh wilayah kehidupan yang sangat pribadi.