Beranda Kesehatan Lansia yang Rutin Memasak Punya Risiko Demensia 30 Persen Lebih Rendah

Lansia yang Rutin Memasak Punya Risiko Demensia 30 Persen Lebih Rendah

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology & Community Health menemukan bahwa aktivitas memasak setidaknya sekali dalam sepekan berkaitan dengan risiko demensia yang lebih rendah pada orang lanjut usia.

0
istimewa

Penelitian juga menemukan bahwa manfaat terbesar terlihat pada peserta dengan kemampuan memasak yang masih rendah. Pada kelompok ini, kebiasaan memasak setidaknya sekali seminggu berkaitan dengan risiko demensia sekitar 70 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang memasak.

Menurut peneliti, memasak merupakan aktivitas yang melibatkan berbagai fungsi sekaligus, mulai dari perencanaan, pengambilan keputusan, aktivitas fisik, hingga interaksi sosial. Kombinasi faktor tersebut diduga membantu menjaga fungsi otak tetap aktif seiring bertambahnya usia.

Sementara itu, peserta yang telah memiliki keterampilan memasak tinggi sejak awal penelitian memang menunjukkan risiko demensia yang lebih rendah. Namun, peningkatan frekuensi memasak tidak memberikan manfaat tambahan yang signifikan pada kelompok tersebut.

Meski demikian, peneliti mengingatkan bahwa studi ini bersifat observasional sehingga belum dapat membuktikan hubungan sebab akibat. Selain itu, penelitian dilakukan pada populasi lansia di Jepang sehingga hasilnya belum tentu berlaku sama di negara lain dengan pola makan dan kebiasaan memasak yang berbeda.

Peneliti menilai temuan tersebut menunjukkan bahwa memasak di rumah dapat menjadi salah satu aktivitas sederhana yang mendukung kesehatan otak pada usia lanjut, selain memberikan manfaat dari sisi pola makan dan interaksi sosial.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait